Ayo Berpartisipasi Selamatkan Bumi dengan Marimas Ecobricks

Tahukah Sobat kalau Sampah Plastik itu merupakan jenis Sampah yang paling sulit untuk diurai oleh alam…?

Hehehe… Sobat pasti kaget dengan informasi tersebut, iya kan?! Karenanya Agar Pemahaman kita tentang bahan yang sulit ‘terurai’ ini bisa lebih jelas Mari kita kita berkenalan lebih jauh dengan plastik,

 Plastik itu Terbuat dari apa sih…?

Bahan penyusun plastik sebagian besar terbuat dari minyak bumi, bahan yang sama yang digunakan untuk membuat bensin dan solar. Plastik merupakan senyawa organik yang terdiri dari rantai atom karbon panjang berulang. Rantai panjang ini disebut sebagai polimer.  

 Kenapa Plastik sulit terurai?

Umumnya bakteri pengurai akan memotong polimer menggunakan enzim hingga menjadi semakin kecil agar dapat dimakan. Tapi terjadi pengecualian untuk bahan yang satu ini, hampir tidak ada bakteri yang memiliki enzim cukup kuat untuk memotong-motong polimernya.

Karenanya penguraian plastik di alam hanya dapat terjadi melalui radiasi sinar Matahari, panas, kelembaban, dan tekanan di dalam Bumi yang pastinya membutuhkan waktu sangat lama.

 Lalu kenapa Sebagian besar Peralatan sehari-hari kita terbuat dari plastik?

Jawabannya sebenarnya sederhana, karena plastik itu punya banyak kelebihan seperti: elastis, mudah dibentuk, kuat, tahan lama, tidak tembus air, ringan, dan yang paling utama plastik itu murah.

Dengan berbagai kelebihan yang dimilikinya tersebut tak heran jika masyarakat hingga perusahaan kemudian menjadikan plastik sebagai bahan utama dalam pembuatan peralatan makan, peralatan rumah tangga, peralatan tukang, dll.

“Ibarat buah Simalakama”

kalau kita nggak memakai plastik sayang banget, secara plastik itu punya segudang manfaat. Tapi kalau kita memakai plastik, itu berarti kesempatan untuk menimbun limbah plastik yang pengurainnya begitu lama juga semakin bertambah.

Berat memang, Tapi dengan adanya info seperti ini kesadaran masyarakat akan besarnya dampak limbah plastik terhadap lingkungan juga  pasti akan semakin meningkat

Ng.. Harusnya sih begitu, tapi sayangnya fakta dilapangan ternyata malah berkata lain.

Ah masa sih..?

Serius, berikut ini beberapa hal mengecewakan yang berkaitan dengan tingkat kesadaran masyarakat terhadap sampah yang saya temukan dilingkungan sekitar.

-Seolah Peduli, tapi faktanya…

Entah ada berapa orang yang mengaku begitu cinta dan peduli dengan lingkungan. Namun kenyataannya apa yang diucap dan dilakukan justru berbeda 180 derajat. Misalnya ada orang yang selalu membicarakan tentang pentingnya menjaga kebersihan, tapi yang menjadi pelaku pembuangan sampah di sungai justru adalah dia sendiri. Miris…

Menurut saya memberikan penjelasan kepada orang seperti ini akan sulit, karena mereka selalu menganggap dirinya lebih benar.

-Menganggap Remeh Sampah

Untuk contoh yang satu ini nggak perlu jauh-jauh, karena saya pernah menjadi salah satu dari mereka yang menyepelekan kebersihan. Dulu ketika berada di tempat umum, membuang sampah dimana saja itu “Sah” menurut saya. Eh.. tapi itu dulu loh ya, karena di jaman ‘Now’ sifat itu sudah saya buang jauh-jauh. Jadi kalau sekarang Ketika berada di tempat umum dan nggak menemukan tong sampah, maka sampah akan dikantongi hingga saya menemukan tempat pembuangan sampah. Keren nggak tuh…?! ^_^

Eh.. Tapi walaupun sudah tercerahkan saya masih kecewa loh, karena dari hasil pengamatan di lapangan, Orang-orang yang menganggap remeh sampah itu ternyata masih banyak.

-Memilah-milah sampah itu sia-sia

Dengan memilah-milah sampah berarti kita sudah maju satu langkah untuk menyelamatkan bumi. Karena itu berarti akan memudahkan pengelolaan sampah tersebut. Tapi bagaimana jika sampah yang sudah dipilah tersebut oleh petugas pengangkut sampahnya malah digabungkan kembali dengan sampah yang lainnya?

Berarti yang kita lakukan sia-sia dong…?

Yups… dan itulah yang sering terjadi.

 

Lalu kalau kenyataannya seperti itu, bagaimana cara kita mengatasi permasalahan Sampah Plastik…?

Tenang Sobat, selalu ada jalan solusi dalam setiap masalah. Begitupun dengan limbah plastik ini.

Oh ya…?

Yups benar, menurut saya “Marimas Ecobricks, Solusi Permasalahan Plastik “

Marimas Ecobricks? Apa itu…?

Pengertian Marimas Ecobricks

Ecobrick

Ecobrick berasal dari kata Eco (lingkungan) dan Brick (bata) yang berarti bata yang ramah lingkungan.

Jadi Ecobrick disini merupakan sebuah seni mengelola plastik / kemasan plastik tidak terpakai dengan cara memasukkan dan memadatkannya ke dalam botol. Ecobrick dapat dirangkai menjadi module maupun bata untuk bentuk menjadi sebuah furniture atau bangunan. Ecobrick diprakarsai oleh Russell Maier dan Ani Himawati dari Global Ecobrick Alliance (GEA) yang merupakan pelopor Gerakan Ecobrick di dunia.

Selain dapat mencegah sampah plastik agar tidak mencemari lingkungan, dan menghindarkan proses daur ulang oleh pelaku industri yang terbukti kurang efektif. Ecobricks yang merupakan kumpulan sampah plastik yang dipadatkan dapat didesain sebagai bahan bangunan dengan masa pakai yang tak terhingga. Kreasi bangunan yang dapat di bentuk pun tanpa batas, tergantung kreasi kita sebagai desainernya.

Apabila jumlah Ecobrick masih sedikit kita bisa memanfaatkannya menjadi furniture seperti meja, kursi, sofa dll. Nah.. apabila Ecobrick yang Sobat miliki sudah banyak, maka ecobrick bisa digunakan sebagai pengganti batu bata untuk membangun bangunan.

Berikut beberapa jenis benda dan bangunan yang menggunakan Ecobricks sebagai bahannya:

Mengapa Ecobrick dalam Artikel ini dinamakan Marimas Ecobrick?

Jawabannya simpel, Karena saya menemukan dan mengetahui informasi mengenai Ecobrick dari sosial media Marimas. Marimas Sendiri merupakan salah satu produk minuman serbuk yang sebagian besar produk dikemas menggunakan plastik.

Marimas Ecobrick ini merupakan salah satu bukti nyata Marimas  dalam membantu melestarikan alam. Silahkan saja coba Sobat cek di Sosial media Marimas (https://www.facebook.com/makinkusuka dan https://www.instagram.com/marimas.id) sebagian besar konten yang di upload adalah tentang Ecobrick.

Menurut saya ini sangat luar biasa, karena jarang sekali menemukan salah satu brand yang begitu bersemangat dan gencarnya mengkampanyekan Ecobrick di Indonesia. Jadi nggak salah dong kalau saya sangat mendukung project Marimas Ecobrick ini.

  • Bagaimana Cara membuat Marimas Ecobrick?

Poin yang menarik dari Marimas Ecobrick ini adalah “nggak dibutuhkan keterampilan khusus untuk membuatnya” jadi nggak ada alasan untuk Sobat untuk bilang “tidak bisa”. berikut adalah langkah-langkah pembuatannya Marimas Ecobrick:

  • Siapkan berbagai jenis plastik yang sudah nggak terpakai dari rumah Sobat. Styrofoam atau produk kreasi daur ulang juga bisa.
  • Bersihkan dan keringkan semua plastik tersebut.
  • Potong kecil-kecil semua plastik tersebut.
  • Siapkan botol plastik (jenis apapun boleh) pastikan kering.
  • Masukkan potongan-potongan plastik ke dalam botol
  • Padatkan dengan tongkat kayu atau bambu
  • Timbang berat ecobrick, standard minimal berat ecobrick adalah 0,35 x volume botol
  • Tadaaa… Ecobrick sudah siap

Untuk lebih jelasnya, Sobat bisa melihat tutorialnya di video sebelah ini  ini ya

Gampang sih, tapi ternyata butuh kesabaran ya…

Memang sih butuh waktu dan kesabaran untuk membuatnya, Tapi inget loh manfaat dari Marimas Ecobrick yang kita buat ini puluhan bahkan hingga ratusan tahun. Dan hebatnya lagi, aktivitas Ini juga bisa menjadi ladang amal kita juga loh untuk menyelamatkan bumi.

Hehehe.. iya juga ya

Jadi apakah Sobat masih ragu dengan Marimas Ecobrick?

Nggak dong pastinya…

^_^

This Post Has 12 Comments

  1. Kalo saya, sampah plastik lebih sering tak bakar biar hilang, karena gak terurai dalam waktu yang sangat lama

    1. saya juga dulu gitu bro, tapi baru-baru ini saya dapat info ternyata kalau dibakar, sampah plastik akan menghasilkan zat yang berbahaya ke udara

  2. Solusi plastik yang sederhana tapi nggak kepikiran ya selama ini

    1. sama mbak, saya aja ga nyangka ternyata sampah plastik bisa dipake seperti itu

  3. Mantap! Mari lestarikan alam dan wujudkan ecobrick. Stop buang sampah sembarangan, di ecobrick aja. Klo mantan yg ribet, baru buang bersama suramnya jurang masa lalu yg penuh sakit hati haha….

    1. hidup mantan.! eh.?!

  4. astaga! saya gak menyangka kalau ternyata sampah plastik itu butuh waktu sedemikian lama untuk bisa diurai. terimakasih infonya

    1. makanya bro, yuk sebisa mungkin kurangi pemakaian plastik demi keselamatan dan kesehatan bumi kita.

  5. semoga dengan adanya Marimas Ecobricks ini populasi sampah plastik yang terbuang akan berkurang. amin

    1. aamiin aamiin!

  6. saran buat Marimas, sepertinya akan lebih keren nih kalau diadakan lomba membuat ecobricks hehehe
    semoga bisa terlaksana

    1. boleh juga nih idenya Sob

Tinggalkan Balasan

Close Menu