Belajar Mempraktekkan ‘Titah Langit’ lewat Novel Yorick

Menjadi pemenang adalah mimpi semua orang, benar bukan…?!

Walau begitu fakta di lapangan telah menunjukkan kalau tak semua orang bisa mewujudkan mimpi itu. Alasannya sederhana, karena seringkali mereka yang mengharapkan hal baik terjadi dalam hidupnya itu rupanya hanya sekedar beraksi dan bergumul dalam asa saja, sedang praktek nyatanya nihil.

Sah–sah saja memang untuk mempercayai berbagai hal positif yang tertulis dibalik tabir langit, karena pada dasarnya sang pencipta pasti telah mempersiapkan panggung terbaik untuk kita. Tapi percayalah berdoa dan menunggu saja tidak akan cukup, perlu Aksi nyata untuk mewujudkan mimpi itu.

Bukankah Sang pemilik Raga telah mengingatkan kita lewat titah langitnya dalam surat Ar-Ra’d yang berbunyi:

 

“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” [Ar-Rad/13:11].

—————-

Belajar dari Yorick sosok Petarung Sekaligus Penakluk yang dalam perjalanannya telah  membuktikan titah langit merupakan sebuah kewajiban bagi saya. Tak hanya untuk mengejar dan menangkap mimpi semata, namun juga untuk memahami ilmu ikhlas, yang membuatnya begitu membumi sekaligus melangit.

Agar lebih mudah untuk dipahami, Sengaja review saya bagi menjadi 3 bagian. Semoga review novel Yorick ini bisa memberikan manfaat kepada Sobat yang membacanya, sebagaimana yang saya dapatkan, aamiin aamiin Ya Rabb.

1/3 Awal: Bersahabat dengan Pahit

‘Seorang bocah pengendara angin” begitu saya memberikan julukan pada Yorick kecil. Kesehariannya yang selalu diceritakan dengan berlari kesana kemari membuatnya tampak sebagai bocah yang bersemangat. Padahal tak demikian adanya, status dan keadaan berbeda dengan anak-anak seumuranlah yang memaksanya bersikap seperti itu. Ya dialah Yorick, si bocah terpinggirkan.

Novel Yorick ini memang memiliki Alur maju mundur, namun jujur saja saya mengabaikan bagian cerita Yorick Dewasa pada awal cerita,  karena sedikit membingungkan saya jadi menganggapnya tak terlalu penting. Syukurlah pada akhirnya potongan kisah tersebut tidak terlalu berpengaruh pada esensi keseluruhan cerita.

Nenek Encum satu-satunya orang terdekat yang dimiliki Yorick memiliki peran besar layaknya ibu sekaligus ayah baginya. Iya.., raga Mak Encum memang terlihat tua dan renta , namun siapa sangka dibalik kelemahannya itu ia mampu menempa Yorick kecil yang rapuh menjadi Sosok luar biasa dimasa depan.

Didikan yang diberikan kepada Yorick bukanlah berupa materi atau kenyamanan, justru  Sebaliknya kekurangan dan ketidaknyamanan yang akrab dengan mereka. Sebuah keseharian yang selalu mengundang pertanyaan dari Yorick akan ‘Penepatan janji dari Sang Khalik’, dan kemudian selalu akan dijawab oleh Mak Encum dengan pribahasa Sunda.

 

Hirup the kudu dimimitian ku du’a jeung ditutup ku rasa sukur

Hidup itu Harus diawali dengan doa dan ditutup dengan rasa syukur (Yorick, 24)

 

Kisah dibagian awal buku ini banyak sekali memuat pelajaran dan nasihat Mak kepada Yorick yang ternyata cukup relevan dengan saat ini. Membuat saya mengangguk-angguk setuju dengan maknanya.

Jika harus memilih, maka kisah Yorick dan Mak Encum di bagian awal Ini adalah yang terbaik

Pelajaran yang saya dapat:

“Yorick, Jangan Mengambil Berlebihan”

Terdengar sederhana bukan…? Tapi siapa sangka berkat nasihat sederhana itulah di Sosok Bijaksana akan lahir di kemudian hari. Pesan yang diucapkan Mak Encum tersebut tertanam bertahun-tahun dalam benak Yorick bahkan hingga ia dewasa, menjelma menjadi perintah bawah sadar yang membuatnya menjadi pribadi jujur, pantang untuk mengambil hak orang lain.

Menuntut ilmu pada saat kecil seperti memahat diatas batu.

Melihat besarnya manfaat yang ditimbulkan dari sebuah nasihat dalam cerita Yorick, saya kemudian baru sadar betapa pentingnya memberikan tuntunan terbaik kepada generasi muda Indonesia. Nilai – nilai luhur Nusantara yang kaya akan ahlaq harus segera kita tanamkan sesegera mungkin agar generasi muda kita mampu membentengi diri dari arus budaya luar yang tak sesuai moral Nusantara.

2/3 tengah: Pencarian jati Diri dan Pelabuhan

‘Selama kita bisa, jangan sampai merepotkan orang’

Satu lagi nasihat yang dijunjung Yorick dalam setiap petualangannya. Sebuah pesan yang membuatnya terus melangkah untuk menemukan jati diri. Berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Bekerja keras dengan upah kecil..? baginya tak apa, yang penting halal. Pantang baginya untuk mengemis.

Keberanian Yorick untuk  berjuang sendiri melawan kerasnya Kota Bandung tanpa penjaga yang benar-benar melindunginya membuat saya kagum sekaligus malu. Bagaimana tidak? dengan usia semuda itu Yorick telah melakukan banyak hal yang tak bisa saya lakukan, Yorick Benar-benar seorang pemburu.

Pertengahan buku ini menceritakan tentang perjalanan Yorick yang setahap demi setahap menapaki titah langit. Menggali ilmu yang kelak mengantarkannya melanglang buana dengan cara tak terduga. Di bagian ini pula Sang Pemburu mulai menemukan pelabuhan, tempat dimana ia dapat bersandar, bertukar pikiran, berbagi suka dan duka. Sebuah pelabuhan yang bernama ‘Sahabat’.

Pelajaran yang saya dapat:

Sebagai mahluk Sosial akan sulit untuk bertahan di dunia ini seorang diri. Tak terkecuali Yorick, bagaimanapun mandiri atau tegarnya ia, pasti akan ada waktu dimana ia butuh bantuan untuk bangkit. Disinilah peran sahabat.

Yorick pernah berteman dekat dengan kesendirian, karena itu ia tahu bagaimana harus bersikap untuk menjaga keutuhan persahabatan. Mengalah atau bersikap Tegas, akan ia lakukan demi kebaikan bersama.

3/3 Akhir: Melangit Sekaligus Membumi

Ini adalah bagian terakhir dari Buku Novel Yorick yang menceritakan tentang jatuh bangun Yorick menjalankan usahanya.

Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya Yorick itu tak hanya Sebagai Pemburu namun juga Sebagai Penakluk. Ketika ia merasa terlalu dibatasi dalam berkarya maka keluar adalah jalan yang dipilihnya. Tak pernah ada keraguan dalam keputusannya, karena itu walaupun jatuh dan tertimpa tangga, ia tak gentar.

 

“Setiap Kejadian Beruntun Seringkali Menjadi Penuntun”

 

Yorick juga adalah manusia biasa yang tak luput dari salah, tak selamanya keputusan atau langkah yang diambilnya tepat. Semua bisa terlihat di bagian akhir buku ini. Yorick pernah bangkrut, Yorick juga pernah terlilit hutang, tapi hal itu tak bisa memaksanya untuk menyerah. Yorick akan tetap bangkit dan memulai lagi dari awal. “luar biasa”

Sebagai orang yang pernah merasakan bangkrutnya usaha, memiliki sikap seperti Yorick tidaklah mudah, butuh waktu dan penempaan yang lama untuk melahirkan sosok seperti itu.

Dalam menjalankan bisnisnya Sekilas Yorick terlihat arogan, tapi itu salah, karena apa yang ditunjukkannya itu adalah bentuk kepercayaan diri. Adalah rasa tanggung jawab akan kesejahteraan orang-orang yang bekerja untuknya yang membuatnya seperti itu. yorick tak ingin pekerjanya dan sahabatnya menderita. Demi hal itu mengeluarkan kemampuan 1000% pun akan dilakukannya.

Pada akhirnya yorick memang dapat terbang menggapai langit, namun hal itu tak lantas membuatnya lupa menapaki bumi. Sebagaimana pesan dari orang terkasih yang selalu diamalkannya.

“Jadilah orang yang bermanfaat bagi sekitarmu”

Pelajaran yang saya dapat:

Harta maupun pangkat bukanlah tujuan akhir dari hidup ini, karena saat mati kita tidak akan membawa apa-apa. Yorick tumbuh menjadi sosok besar yang memberikan manfaat, tak hanya untuk dirinya pribadi tapi juga untuk sekitarnya.

———————————

SARAN

Dibagian awal, bab yang menceritakan Yorick Dewasa, saya merasa perlu untuk ditambahkan penjelasan mengenai beberapa kata/kalimat asing maupun letak tempat-tempat yang disebutkan dalam cerita.

Novel Yorick memang hadir untuk memberikan motivasi dalam berjuang. Bagian kisah hidup Yorick bersama Mak Encum yang keras di desa sangat menginspirasi, namun menurut saya penceritaan tentang kesedihannya terlalu panjang. Ibarat naik Roller Coaster turunannya terlalu dalam hingga sulit untuk menarik nafas. Akan lebih baik jika setiap beberapa bab disuguhkan bab penyegaran seperti halnya bab “Tragedi Naga Hejo” di halaman 53 yang mampu menghibur sekaligus mengangkat semangat membaca.

 

Kesimpulan

 

Novel Yorick ini adalah salah satu media terbaik yang bisa Sobat pilih untuk memotivasi diri. Walau terlihat sederhana namun nasihat dan pesan yang ada dalam novel Yorick sangat relevan untuk diterapkan saat ini.

Yorick tak hanya berisi soal cinta murni, tetapi juga praktek menjalankan titah langit untuk menangkap mimpi.

Buku ini sangat cocok untuk diberikan kepada Adik, Teman, Gebetan, Pacar dan Siapapun yang ingin mendapat semangat baru dalam mewujudkan mimpi.

Continue Reading
Close Menu